Boleh saja orang mengira bahwa Barat, lebih khusus lagi Inggris dan
Amerika, adalah pusat agama Kristen. Akan tetapi fakta lain tidak bisa
ditampik, bahwa justru penduduk Inggris dan Amerika sendiri mulai
meninggalkan gereja. Walhasil, jama’ah mingguan pun banyak berkurang.
Sebagai konsekuensi, pemasukan terhadap gereja pun turun drastis.
Akibatnya, gereja-gereja yang kurang berfungsi harus dijual, untuk
menghidupi aktivitas gereja-gereja lainnya.
Bagi
umat Islam fenomena ini merupakan “berkah”, karena kondisi mereka
bertolak belakang dengan kondisi umat Kristen. Pemeluk Islam semakin
banyak, sehingga memerlukan tempat untuk beribadah. Akhirnya,
gereja-gereja “mangkrak” itu dibeli untuk dijadikan masjid. Muncullah
bangunan-bangunan yang mirip gereja, akan tetapi memiliki kubah atau
menara. Namun, tidak semua perubahan gereja menjadi masjid berlangsung
mudah. Sebagian umat Islam harus berjuang “habis-habisan” guna
mewujudkannya. Nah, nikmati tulisan Cover Story kali ini.
| Comments |
|









