Selama tahun ketiga, keempat dan kelima, pertumbuhan berat badan dan tinggi badan relatif tetap yaitu kira-kira 2,0 kg dan sekitar 8-10 cm. Kebanyakan anak relatif kurus terhadap bentuk tubuh sebelumnya. Lordosis (cekungan tulang punggung lumbalis ke depan) dan perut yang menonjol pada masa bayi cenderung untuk menghilang pada tahun keempat bersama-sama dengan hilangnya lapisan lemak di bawah lengkungan kaki normal yang ada pada tahun-tahun sebelumnya.
Pada umur 2,5 tahun, 20 buah gigi biasanya telah erupsi.
Selama sisa periode pra sekolah, wajah anak cenderung untuk tumbuh secara proporsional lebih besar ketimbang rongga otak dan rahang melebar sebagai persiapan untuk erupsi gigi permanen.
Perbaikan ketrampilan motorik meliputi pergantian kaki dalam menaiki tangga pada umur 3 tahun dan pergantian kaki dalam menuruni tangga pada umur 4 tahun. Pada umur 3 tahun kebanyakan anak dapat berdiri di atas satu kaki untuk waktu singkat, pada umur 5 tahun biasanya mereka dapat melompat di atas satu kaki dan segera dapat melompat-lompat.
Pada umur 3 tahun seorang anak mungkin dapat meniru secara kasar gambar dua buah garis bersilangan. Pada umur 4 tahun gambar garis yang bersilangan tersebut mungkin dapat ditiru tanpa dibeikan contoh terlebih dahulu dan untuk pertama kalinya dapat menggambar dengan garis miring seperti segitiga. Sebuah gambar berbentuk wajik mungkin tidak dapat ditiru dengan tepat dan sebanding sampai ia berumur 4 tahun.
Pada umur 3 tahun anak dapat menghitung 3 benda dengan tepat, pada umur 4 tahun menghitung 4 benda dengan tepat, dan umur 5 tahun sebanyak 10 benda atu lebih.
Pada umur 3 tahun kebanyakan anak dapat memberitahukan umur mereka dan apakah mereka anak laki-laki atau anak perempuan. Dengan makin meningkatnya kesadaran bahwa mereka akan menjadi anak yang lebih besar dan orang dewasa, anak-anak usia pra sekolah yang lebih besar mulai mencari contoh yang memadai untuk dipelajari. Tentu saja, contoh yang paling mudah diperoleh adalah orang tua dan anggota keluarga terdekat.
Tidak sempurnanya realitas anak akan masa depan, sering menimbulkan tekanan dan kecemasan yang bertentangan.
Seorang anak yang berumur 4,5 tahun atau 6 tahun menganggap kebiasaan berpikir, merasa dan bertindak yang mengelilingi persepsi atau fantasinya yang sedang berkembang sebagai masa depan. Di dalam rumah, fantasi anak tentang peranan di masa yang akan datang meliputi memainkan peranan orang tua yang jenis kelaminnya sama dengannya dan perasaan ingin tahu dan perhatian terhadap realitas peranan ini mungkin bertambah besar.
Di luar rumah perhatian dan fantasi tentang peranan di masa yang akan datang mungkin dinyatakan dalam permainan drama. Minat anak-anak dalam usia ini terhadap perbedaan jenis kelamin yang sering timbul sebagai pertanyaan-pertanyaannya di dalam rumah, biasanya muncul dalam bentuk permainan seks diantara anak-anak dari tiap jenis kelamin yang normal.
Perubahan pola interaksi orang tua-anak dan hubungan-hubungan lainnya di dalam dan di luar rumah sering meninggalkan unsur-unsur permusuhan atau depresi di dalam tingkah laku, pikiran dan fantasi anak. Kecemasan mungkin teurngkap sebagai mimpi buruk atau takut berpisah, kematian atau sebagai cedera tubuh.
Anak-anak dengan problem serius mungkin mengompol atau mengisap ibu jari, mengalami kesukaran berbicara atau belajar, tidak mampu untuk mengadakan hubungan bersama yang menyenangkan, temper tantrum (mengamuk) atau tingkah laku lain yang sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangan sebelumnya.
Pada umur 6 tahun anak mulai mengembangkan kemampuan untuk menerjemahkan konsep-konsep abstrak ke dalam gambar-gambar dan struktur (misalnya bunyi T ke dalam huruf T, gagasan dua ke dalam gambar 2)