Selasa, 15 Juni 2010 04:20
Administrator
Oleh: Nuim Hidayat*
BANGSA
Arab hingga pada masa jahiliah, telah mengapresiasi kegiatan
tulis-menulis dan urgensinya. Ketika itu, mereka memasukkan kemampuan
menulis sebagai salah satu dari tiga syarat utama seseorang disebut minal kamilin (di antara orang-orang yang sempurna). Ibnu Sa’ad menuturkan, “Orang yang sempurna (al-Kamil)
menurut mereka pada masa Jahiliah dan permulaan Islam adalah orang yang
dikenal mampu menulis Arab, piawai dalam berenang, dan ahli dalam
memanah.”
Rasulullah saw telah mendidik sahabat tentang
pentingnya ilmu, dunia tulis menulis, dokumentasi dan lain-lain. Prof.
Mustafa Azami misalnya, menyebut Rasulullah mempunyai 65 sekretaris
(dalam bukunya Kuttabun Nabi, diterjemahkan GIP dengan judul 65
Sekretaris Nabi). Jumlah tersebut merupakan hasil penelitian sumber
kitab-kitab yang ternama, dan manuskrip-manuskrip yang belum ditemukan
oleh ulama sebelumnya.
Selanjutnya...
|
Senin, 10 Mei 2010 02:55
Administrator
Oleh: Dr. Adian Husaini*
SEJAK
ratusan tahun lalu, para misionaris Kristen di Indonesia sudah berusaha
keras mengubah bangsa Indonesia –yang mayoritas Muslim– menjadi sebuah
negeri Kristen. Kini, sejumlah tokoh misi Kristen di Indonesia
mendeklarasikan bahwa Indonesia merupakan sebuah negeri yang siap
melakukan transformasi besar-besaran, menjadi negeri Kristen. Ibarat
lahan, Indonesia sudah siap panen.
Sebuah buku berjudul Transformasi Indonesia: Pemikiran dan Proses Perubahan yang Dikaitkan dengan Kesatuan Tubuh Kristus (Jakarta: Metanoia, 2003), menggambarkan ambisi dan harapan besar kaum misionaris Kristen di Indonesia tersebut.
Selanjutnya...
Senin, 08 Maret 2010 02:04
Administrator
" Kesalahan Lia Aminuddin persis sama dengan kesalahan Kanjeng Nabi
Muhammad, meyakini suatu ajaran dan berusaha menyebarluaskannya.”
(Luthfi Assyaukanie)
PADA 26
Juni 2007, Harian Media Indonesia menurunkan artikel Luthfi
Assyaukani, salah satu aktivis Jaringan Islam Liberal, berjudul ”Salman
Rushdie dan Citra Islam”. Melalui artikel ini, penulisnya mengecam
gelombang protes kaum Muslimin atas penganugerahan gelar bangsawan
Inggris untuk Salman Rushdie, pengarang novel Ayat-Ayat Setan yang
sangat menyinggung perasaan kaum Muslim.
Selanjutnya...
|
Rabu, 24 Februari 2010 01:52
Administrator
Oleh : Adian Husaini Pada tahun 1937, seorang cendekiawan Muslim Indonesia bernama Mr. Yusuf
Wibisono, menulis sebuah buku berjudul “Monogami atau Poligami: Masalah
Sepanjang Masa”. Aslinya, buku ini ditulis dalam bahasa Belanda dan
diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Soemantri Mertodipuro pada
tahun 1954. Karena tidak memiliki biaya, baru pada tahun 1980, buku Mr.
Yusuf Wibisono ini diterbitkan.
Yusuf Wibisono sendiri tidak berpoligami. Ia adalah seorang tokoh
Masyumi, tokoh ekonomi, keuangan dan perbankan. Dia pernah menjadi
menteri keuangan pada 1951-1952 dan direktur sejumlah bank di
Selanjutnya...
Senin, 01 Februari 2010 03:18
Administrator
Oleh: Adian Husaini
Di tengah carut-marutnya dunia hukum dan kepemimpinan di negeri
kita, ada baiknya kita menengok kembali kisah kehidupan Imam Abu
Hanifah atau Imam Hanafy, seorang ulama besar, yang sangat terkenal
ketinggian ilmu dan akhlaknya. Imam Abu Hanifah lahir di Kufah pada 80
Hijriah (699 M) dan wafat pada tahun 150 Hijriah (767 M), tepat saat
Imam al-Syafii lahir. Sering dikatakan, Imam yang satu pergi, datang
Imam yang lain. Nama asli beliau sejak kecil adalah Nu’man bin Tsabit
bin Zautha bin Mah.
Sejak kecil, Imam Abu Hanifah hidup di
tengah keluarga pedagang. Setelah dikenal sebagai seorang yang alim
sekali pun, dia juga menjalankan perniagaan. Kehidupan Imam Hanafy pada
masa hidupnya mengetahui peristiwa pergantian Kepala Negara dari tangan
banu Umayyah ke tangan banu Abbasiyah. Beliau dilahirkan pada masa
pemerintahan Abdul-Malik bin Marwan
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 1 dari 2 |