Tsaqofah

Amru Bin Aqyash

E-mail Cetak PDF

 Masuk Jannah Meskipun Belum Pernah Shalat Satu Rekaat Pun

Diriwayatkan dari Abu Hirairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Amru bin Aqyash pernah memiliki uang hasil riba pada masa jahiliyah (belum mengenal islam) dahulu. Dia tidak masuk masuk islam, bahkan dia ustru selalu mengambil bunga untuk dirinya. Hingga datanglah hari peperangan Uhud, maka Amru bin Aqyash bertanya kepada para penduduk, "Di manakah anak-anak pamanku?" penduduk menjawab, "Mereka sedang berada di Uhud". Amru bertanya lagi, "Dimanakah fulan?". Lalu dia pun mendapat jawaban yang sama, "Dia sedang di Uhud". Amru kembali bertanya, "Dimanakah fulan?" lagi-lagi dia mendapatkan jawaban yang sama, " Dia sedang di Uhud". Segera Amru bergabung dengan sukunya untuk pergi menuju Uhud dengan mengendarai kuda. Bahkan Amru mampu sampai di Uhud terlebih dahulu. Ketika kaum muslimin melihatnya, mereka berkata kepada Amru, "Wahai Amru menjauhlah dari kami." Amru pun menjawab, "Aku sudah beriman." Lalu Amru maju berperang sampai  terluka,kemudian dia dibawa menuju keluarganya dalam keadaan terluka parah. Sa'ad bin Muadz datang mengunjungi Amru bin Aqyash dan memerintahkan saudari perempuan Amru untuk bertanya kkepadanya dengan mengatakan, "Tanyalah Amru, apakah dia berperang karena semangat kesukuan atau karena kebenciannya terhadap orang musyrikin atau disebabkan karena Allah dan Rasul-Nya." Mendengar perkataan itu Amru berkata, "Aku benar-benar berperang karena Allah dan Rasul-Nya." Kemudian dia mati dan masuk ke dalam jannah walaupun dia belum pernah mengerjakan sekalipun shalat walau hanya satu raka'at. [1]

 

Sumber : Kisah Pahlawan Generasi Pilihan



[1]  Diriwayatkan oleh Abu Dawud, al Hakim dan beliau berkata, "Sanadnya Shahih."

 

Jeritan Perwan Tua

E-mail Cetak PDF

mawar

Majalah Al Usroh (edisi 8 Dzulqo'dah 1420 H) menuliskan jeritan seorang perawan tua dari Madinah Al Munawarah.

"Semula saya sangat bimbang sebelum menulis untuk kalian karena ketakutan terhadap kaum wanita karena saya tahu bahwasanya mereka akan mengetakan bahwa aku ini sudah gila atau kesurupan. Akan tetapi, realita yang aku alami dan dihadapi pula oleh sejumlah besar perawan-perawan tua, yang tidak seorang pun mengerahuinya, membuatku memberanikan diri. Saya akan menuliskan kisahku ini dengan ringkas.

Ketika umurku mulai mendekati  tahun, saya seperti gadis lainnya mengimpikan seorang pemuda yang multazim dan berakhlak mulia. Dahulu saya membangun pemikiran serta harapan-harapan; bahaimana jkami hidup nanti dan bagaimana kami mendidik anak-anak kamai…dan…dan…

Selanjutnya...
 

Ikhlas; Mudah Diucapkan Sulit Diamalkan

E-mail Cetak PDF
Ikhlas, satu kata yang mudah diucapkan tapi sulit untuk dilaksanakan.

Seorang ulama yang bernama Sufyan Ats Tsauri pernah berkata, “Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya ia berubah-ubah.”

Niat adalah pengikat amal. Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi teramat sangat penting dan akan membuat hidup ini menjadi lebih mudah, indah dan jauh lebih bermakna.

Amal kebaikan yang tidak terdapat keikhlasan di dalamnya hanya akan menghasilkan kesia-siaan belaka. Bahkan bukan hanya itu, ingatkah kita akan sebuah hadits Rasulullah yang menyatakan bahwa tiga orang yang akan masuk neraka terlebih dahulu adalah orang-orang yang beramal kebaikan namun bukan karena Allah?.

Selanjutnya...
 

Menggagas Kebangkitan Islam

E-mail Cetak PDF

Ust. Farid Ahmad Okbah, M.A. 

Allah SWT menciptakan manusia dengan dua ketentuan: ketentuan bersifat mutlak sebagai kehendak Allah yang disebut Iradah Kauniyah, dan ketentuan yang menghendaki menusia berjalan menuju ke jalan kebenaran, atau disebut Iradah Syar'iyyah. Dalam Iradah Kauniyyah, manusia tidak dimintai pertanggungjawaban atas kehendak Allah yang terjadi padanya, mengapa ia menjadi seorang pria atau wanita, mengapa muka kita seperti ini, mengapa berbadan tinggi, dan yang semacamnya.

Ketentuan kedua Allah, Iradah Syar’iyyah, menghendaki manusia berjalan menuju kebenaran. Untuk tujuan tersebut, Allah memberikan sejumlah perangkat. Pengutusan para rasul yang ditutup oleh Nabi Muhammad saw. adalah salah satunya. Barang siapa yang menerima dan memegang komitmen dalam hidupnya sesuai dengan kehendak Allah, maka dia selamat dunia maupun akhirat (lihat An-Nahl: 97). Tapi sebaliknya, jika ia menolak dengan berpegang pada isme-isme buatan jin dan manusia, dia tersesat di dunia dan merugi di akhirat (lihat Taha: 124-126).

Selanjutnya...
 

Ukhuwah Sesama Muslim

E-mail Cetak PDF
Orang Muslim karena imannya tidak mencintai ketika ia harus mencintai melainkan karena Allah Ta‘ala, dan tidak membenci ketika ia harus membenci melainkan karena Allah Ta‘ala, karena ia tidak mencintai kecuali apa yang dicintai Allah Ta‘ala dan Rasul-Nya, dan ia tidak membenci kecuali apa yang dibenci Allah Ta‘ala dan Rasul-Nya. Jadi, orang Muslim mencintai karena Allah dan Rasul-Nya, dan membenci karena keduanya. Dalilnya ialah sabda Rasulullah saw.,

"Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan menahan pemberian karena Allah, sungguh ía telah rnenyempurnakan imannya." (Diriwayatkan Abu Daud).
Selanjutnya...
 
Halaman 4 dari 5


Module by: Camp26.Com

Module by: Camp26.Com


Module by: Camp26.Com

Jumlah Jaga Gardu

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini44
mod_vvisit_counterKemarin129

Yang Lagi Jaga

Kami memiliki 3 Tamu online

Infak Anda